Jumat, 12 Maret 2021

Serunya Perjalanan Samarinda menuju Pare-pare menggunakan Kapal Laut KM. PANTOKRATOR

Foto diambil saat KM. Pantokrator mau merapat di Pelabuhan Samarinda (Terlihat Kapal sarat dari muatan) 

Pada kesempatan yang sangat baik ini, Saya bersama Istri dan Anak-anak melakukan perjalanan dari Kota Samarinda menuju Kabupaten Sidenreng Rappang - Sulawesi Selatan. Tujuan perjalanan kami ini untuk menjenguk orang tua kami yang sedang sakit. Perjalanan kali ini, kami putuskan melalui jalur laut. Sebelumnya, kami telah mempelajari apa saja yang harus siapkan untuk menggunakan transportasi laut ini. Saya ingin berbagi pengalaman bagaimana rasanya melakukan perjalanan laut dari pelabuhan Samarinda menuju Pelabuhan Pare-pare.

Sekitar satu minggu sebelum berangkat, yang pertama dilakukan adalah melihat dan memastikan jadwal keberangkatan kapal Samarinda - Pare-pare. Waktu itu jadwal yang kami lihat yaitu hari Minggu, Rabu, Kamis dan waktu keberangkatan rata-rata sama yaitu Pukul 14.00 WITA. Beberapa nama kapal yang saya lihat seperti KM. Pantokrator, KM. Prince Soya dan KM. Aditya. Waktu tempuh perjalanan Samarinda - Pare-pare sekitar 19 Jam (mulai berangkat siang hari Pukul 14.00 WITA dan tiba pukul 09.00 WITA).

Setelah mengetahui jadwal keberangakatan, selanjutnya kami mencari informasi pembelian tiket. Sebelumnya saya telah mencari informasi di internet, belum saya temukan pembelian tiket kapal Samarinda - Pare-pare secara online. Saya mendapat informasi bahwa pembelian tiket dapat dilakukan langsung di dalam kapal. Harga tiket Dewasa 400.000,- dan anak-anak 200.000 kecuali dibawah 3 tahun tidak bayar. Kami berlima, Saya dan Istri serta 3 Anak. Biaya tiket menurut saya cukup terjangkau.

Kami memilih naik KM. PANTOKRATOR, alasan utama karena kapasitas muatan kapal ini lebih besar. Ada 4 Deck, Deck 1 untuk Kedaraan dan Barang, Deck 2, 3 dan 4 untuk Penumpang. Kami berada di Deck 3, Waktu itu kami tidak mendapat ranjang, jadi hanya diberikan 2 Kasur. Jadi, saya dan istri bergantian tidur, sekali-kali saya tinggalkan tidur di Musholla Kapal.

Jadi, menurut pengalaman saya. Untuk pembelian tiket sebaiknya 1 Minggu sebelum keberangkatan. Agar dapat disiapkan tiket dengan tempat yang nyaman.

Perjalanan laut ini menjadi pengalaman pertama dan sangat berharga bagi kami. Anak-anak sangat menikmati sekali perjalanan ini.

Papa & Kakak Khaznah Afifah di depan Kapal

Sekitar 3 jam, kapal menyusuri Sungai Mahakam menuju Muara Sungai Mahakam. Pemandangan yang Indah sekali saat Kapal melepas tali dari Pelabuhan Samarinda. Kami Naik ke deck paling atas KM. PANTOKRATOR sambil melihat Bangunan-bangunan Kota Samarinda, Jembatan Mahakam, Jembatan Mahkota 2, Pemukiman Samarinda Seberang, Perusahaan-perusahaan yang berada di Pinggir Sungai, Kapal-kapal dan Tongkang Batu Bara yang menghiasai Sungai Mahakam.

Khairul Azzam (1,5 Th), Khur Afifah (4,8 Th), Khaznah Afifah (3,7 Th)

Sebelum waktu Magrib, kami kembali ke Deck 3. Untuk siap-siap Sholat, Makan Malam dan Istirahat. Setiap deck disediakan Toilet dan Kamar Mandi. Menurut saya, fasilitas Kapal ini sudah baik sekali. Setiap deck juga ada kantinya.

Esok harinya, daratan Pare-pare sudah bisa terlihat dari dalam kapal. Jam 09.00 WITA kapal bersiap untuk merapat di Pelabuhan, selanjutnya kami bersiap melanjut perjalanan darat sekitar 60 menit hingga sampai di Rumah Orang Tua kami.

Pelabuhan Pare-Pare (Maret 2021)

Demikian, pengalaman yang bisa saya sampaikan melalui tulisan ini. Semoga bermanfaat bagi saya dan juga bagi yang membaca tulisan ini. Terimakasih.

Muhammad Yani
Salo Bombong - Sidenreng Rappang (SULSEL)
12 Maret 2021.